Sering Dikira Parade Biasa, Ini Makna Tradisi Mepeed Bali yang Cuma Ada di Sukawati

Diposting pada

INDOZONE.ID – Pulau Dewata, Bali merupakan destinasi wisata kelas dunia yang sangat terkenal. Enggak heran kalau pulau ini selalu dikunjungi ribuan turis lokal dan mancanegara setiap tahunnya. Pulau Bali ini merupakan salah satu pulau yang masih kental menjaga tradisi budaya leluhurnya, salah satunya tradisi Mapeed atau Mepeed.

Tradisi Mapeed atau Mepeed merupakan salah satu budaya dan tradisi unik yang masih lestari di Bali.

tradisi mepeed
Anak-anak mengikuti tradisi Mepeed (Z Creators/Rahmat Wibowo)

Mapeed diambil dari kata ‘peed’ yang berarti ‘seperti parade’. Tradisi ini sudah ada sejak 1711 dan merupakan wujud rasa syukur umat Hindu Bali kepada Tuhan.

Tradisi turun temurun ini enggak dimiliki semua desa di Pulau Dewata. Hanya desa tertentu yang masih menjaga warisan leluhur ini, salah satunya Desa Sukawati. Yap, desa yang terkenal sebagai pusat oleh-oleh khas Bali ini masih menjaga betul tradisi Mepeed.

tradisi mepeed
Tradisi Mepeed di Desa Sukawati (Z Creators/Rahmat Wibowo)

Mepeed memiliki arti berjalan secara beriringan. Biasanya Mepeed diikuti oleh perempuan-perempuan Bali. Mereka berjalan dalam satu baris ke belakang dengan mengusung sebuah gebogan banten di kepala mereka.

Gebogan sendiri merupakan sebuah sesajian dengan rangkaian buah dan jajanan tradisional Bali yang diatur bersusun dengan hiasan dari rangkaian janur yang tingginya bisa mencapai satu meter.

tradisi mepeed
Tradisi Mepeed tanpa membawa gebogan banten (Z Creators/Rahmat Wibowo)

Berbeda dengan Mepeed pada umumnya, para peserta Mepeed di Desa Sukawati enggak mengusung gebogan. Pesertanya juga enggak terbatas pada kaum perempuan saja. Ratusan warga yang ikut dalam tradisi Mepeed di Desa Sukawati diikuti oleh semua kalangan, baik itu laki-laki maupun perempuan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai lansia.

tradisi mepeed
Gerbang masuk ke Desa Sukawati (Z Creators/Rahmat Wibowo)

Para peserta Mepeed di Desa Sukawati juga dirias menggunakan payas agung (busana Bali). Hal ini sebagai upaya untuk melestarikan busana adat Bali dengan pakem Desa Sukawati.

Baca Juga :   Rekomendasi 29 Tempat Wisata di Salatiga Jateng yang Menarik Dikunjungi, Nomor 24 Favorit Pendaki : Okezone Travel

Para peserta Meped di Desa Sukawati sangat antusias berjalan kaki beriringan atau berparade mulai dari Pura Dalem Gede Sukawati sampai Pura Beji Cengcengan yang merupakan wilayah perbatasan Desa Sukawati dengan wilayah Desa Guwang.

desa sukawati
Pasar Seni Desa Sukawati (Z Creators/Rahmat Wibowo)

Tradisi Mepeed di Desa Sukawati hanya digelar setiap 6 bulan sekali dalam rangkaian pujawali atau piodalan di Pura Dalem Gede Sukawati yang jatuh setiap Anggara Kliwon, Wuku Tambir (kalender Bali).

Untuk kamu yang ingin menyaksikan Tradisi Mepeed ini bisa menunggu di area sepanjang Jalan Raya Sukawati. Namun, spot favorit para penonton biasanya di Pasar Seni Sukawati.

Artikel menarik lainnya:

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators
Z Creators


Artikel ini bersumber dari : www.indozone.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *