Swara NTTKantor BeritaKelompok Usaha Hekang Dite di Kajong Gelar Pelatihan Pembuatan Kecap Manis

Diposting pada

Manggarai, SwaraNTT.Net – Kecap adalah salah satu bumbu khas masakan orang indonesia yang masih digunakan hingga kini.

Kelompok usaha ‘Hekang Dite’ yang berasal dari Desa Kajong, Reok Barat, Kabupaten Manggarai, menggelar pelatihan pembuatan Kecap menggunakan bahan Kedelai dan Gula Aren, yang dilaksanakan di Aula Paroki St. Maria Imacculata Wae Kajong, pada Sabtu (20/08/2022).

Pelatihan tersebut dihadiri anggota DPR-RI Julie Laiskodat, anggota DPRD NTT Fredi Mui, Pimpinan Bank NTT cabang Ruteng, Jemmi Romi D. Radjalangu serta staf Bank NTT cabang Ruteng, yang berlangsung selama dua hari, sejak 20 – 21 Agustus 2022 dan disponsori oleh Bank NTT.

Uniknya, dalam pembuatan kecap tersebut tidak menggunakan kedelai hitam dalam pengolahan, seperti pada pembuatan kecap manis pada umumnya.

Inisiator kelompok usaha ‘Hekang Dite’ Rm. Bernadus Palus, mengatakan dilaksananya kegiatan pelatihan pembuatan kecap tersebut berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat desa Kajong, selain daerah penghasil Kedelai daerah tersebut juga produksi gula aren.

“Wilayah ini merupakan sumber gula aren dan Kedelai, tentu potensi ini harus diolah dan dikemas untuk menjadi sebuah produk”, jelas Rm. Bernad dihadapan anggota DPR-RI Julie Laiskodat serta tamu undangan lainnya, saat proses pengolahan kecap berlangsung.

Ia juga mengatakan walaupun pelatihannya selama dua hari tetapi sudah bisa menghasilkan puluhan botol kecap manis oleh kelompok usaha ‘Hekang Dite’.

“Kedepannya kita harapkan produk ini menjadi produk andalan di wilayah ini, kalau sudah dibuat perizinan nanti, maka kita akan berkembang lebih luas lagi, suatu saat nanti Kajong menjadi pusat Suplay Kecap Gula Aren dan Kedelai secara Organik, sebut Rm. Bernad.

Ia juga menyebutkan, produk Kecap dari bahan Kedelai organik dan gula aren tersebut akan dijual dengan harga Rp 20.000 per Botol.

Baca Juga :   Keragaman Tanaman Pangan Makin Terancam

Ia mengaku bangga dengan masyarakat Kajong dan kelompok milenial yang penuh antusias mengikuti pelatihan ini.

Terpisah, anggota DPRD Provinsi NTT, Fredi Mui, menyampaikan apresiasi kepada Rm. Bernad Palus, selain sebagai pastor paroki ia juga sebagai inisiator terbentuknya kelompok usaha ‘Hekang Dite’ yang punya kepedulian terhadap umatnya untuk berwirausaha.

Anggota DPRD NTT dari partai NasDem, juga mengatakan pelatihan pembuatan kecap tersebut merupakan program lanjutan untuk masyarakat Kajong sebagai daerah penghasil Kedelai.

Kepada kelompok usaha ‘Hekang Dite’ anggota DPRD NTT, Fredi Mui, juga berpesan, agar terus berinovasi dalam menjalankan usahanya. Selain itu, agar selalu memperhatikan kualitas dalam pengolahan kecap.

“Yang paling penting setelah ini, segera mengurus perizinan kepada dinas terkait,” ucapnya.


Artikel ini bersumber dari : www.swarantt.net.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *