Temu Kangen Musisi Maluku Utara dan Talkshow Makin Cakap Digital – penamalut.com

Diposting pada

PENAMALUT.COM, TERNATE – Era transformasi digital telah diterima masyarakat seluruh dunia, sebagai sebuah kebutuhan jaman yang dipandang penting keberadaan dan perkembangannya untuk dimanfaatkan sebagai solusi menjawab tantangan jaman di berbagai sektor kehidupan manusia. Tak terkecuali dalam bidang pariwisata, seni dan budaya, kehadiran era digital tentu disambut sebagai peluang emas dalam berbagai sektor kebutuhan. Baik untuk kepentingan promosi destinasi wisata, promosi dan pemasaran sebuah karya seni hingga produk budaya secara umum.

Menjelang Sail Tidore yang akan dihelat di penghujung tahun 2022 ini, maka pemanfaatan ruang digital bagi kepentingan dan kebutuhan penyelenggaraan event pariwisata, seni dan budaya sebagai rangkaian tersebut tentu sangatlah diperlukan. Ide dasar penyelenggaraan Sail adalah mengukuhkan kembali kejayaan Indonesia sebagai bangsa bahari sekaligus menggalang keterpaduan, sinergi program/kegiatan dan anggaran lintas sektor dan daerah demi terwujudnya pembangunan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan. Selain itu juga sebagai model percepatan pembangunan daerah kepulauan melalui program pengembangan destinasi pariwisata berbasis seni dan budaya.

Flayer makin cakap digital temu kangen musisi Maluku Utara.

Pada tataran praksis, penyelenggaraan Sail menjadikan potensi sumber daya pesisir dan kelautan sebagai sumber pembangunan daerah dan pemberdayaan UMKM serta penciptaan ruang pengembangan ekonomi kreatif. Ini berarti bahwa penyelenggaraan Sail bukan sekadar ajang promosi pariwisata melainkan upaya percepatan pembangunan berbagai bidang bagi daerah-daerah yang menyelenggarakannya.

Dengan adanya kerjasama lintas kementrian dan lembaga negara sebagaimana yang disebutkan di atas maka dampak positif dari sebuah penyelenggaraan Sail antara lain: daerah mengalami pembangunan sarana dan prasarana serta mendapatkan stimulus pembangunan dan program secara serempak pada satu tahun APBN. Selain itu juga, daerah penyelenggara Sail akan semakin mendunia karena semakin lebih dikenal dan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan sehingga berpengaruh secara langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah bersangkutan.

Baca Juga :   Ingin Menikmati Tari Tortor? Coba Datang ke Festval Budaya Batak Akhir Pekan Depan

Selaku daerah penyelenggara Sail khususnya kota Tidore dan daerah-daerah sekitarnya hendaknya melaksanakan berbagai peran penting demi terwujudnya tujuan penyelenggaraan Sail itu sendiri, antara lain: mempertegas komitmen untuk mengimplementasikan berbagai program kegiatan atau rencana aksi yang telah dirumuskan dengan memobilisasi berbagai potensi dan sumber daya daerah, meningkatkan partisipasi aktif dan peran dunia usaha serta masyarakat luas, menciptakan keamanan dan kenyamanan termasuk pula didalamnya penyiapan venues acara dan akomodasi yang memadai, mengembangkan industri kreatif lokal, serta mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan lokal ke mancanegara.

Selain itu juga, yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah sebagai destinasi Sail adalah menyiapkan program pasca event yaitu dengan memanfaatkan berbagai peluang untuk menjadikan daerah sebagai tujuan wisata dunia secara terprogram yang dilakukan secara terus menerus sehingga kunjungan wisatawan dapat meningkat tidak sekedar bersandar pada momentum Sail semata. Untuk mewujudkan harapan tersebut maka diperlukan suatu kesiapan masyarakat lokal termasuk pula penguatan kelembagaan lokal komunitas seni, pariwisata dan kebudayaan.

Dengan demikian diperlukan koordinasi sektor terkait dalam rangka menata dan mengembangkan kepariwisataan daerah penyelenggara Sail tersebut melalui pengelolaan destinasi wisata yang representatif. Berbagai aspek terkait dalam pengembangan kepariwisataan secara umum seperti daya tarik wisata, mutu pelayanan, interprestasi budaya atau alam dan manejemen pembangunan kepariwisataan daerah yang bersentuhan dengan pengembangan wilayah dan pemberdayaan masyarakat harus dikoordinasikan dengan baik dan lebih maksimal sebagai upaya mensukseskan penyelenggaraan Sail nanti. Dengan demikian maka sektor pariwisata wajib untuk diperhatikan serta lebih diprioritaskan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan daya tarik wisata baik pada saat berlangsung maupun pasca Sail. Termasuk pula didalamnya bidang seni dan produk budaya lainnya.

Baca Juga :   Dukung Olahraga Rekreasi, GenPI Bengkulu bersama SMSI Gelar Fun Bike Indonesia Bugar

Dalam kaitannya dengan kesiapan event Sail maupun pasca Sail, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara, Tahmid Wahab dalam sebuah kesempatan diskusi menjelang Talkshow Makin Cakap Digital & Temu Kangen Musisi Maluku Utara yang akan digelar di benteng Oranje pada Jum’at (07/10) mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sebuah agenda yang disebut Festival Moloku Kie Raha. Festival ini akan melibatkan kesultanan-kesultanan di Maluku Utara untuk terlibat secara aktif dalam gelaran festival yang akan berpindah-pindah tempat pelaksanaannya secara bergilir di setiap wilayah dari masing-masing kesultanan Moloku Kie Raha tersebut pada setiap tahun penyelenggaraannya.

Senada dengan rencana tersebut, Manager Humas dan Edukasi Literasi Digital Maluku Utara, Rinto Taib mengatakan, rencana gelaran festival Moloku Kie Raha tersebut merupakan gagasan menarik karena terkait langsung dengan berbagai isu yang berkaitan dengan sejarah, seni, kebudayaan, dan keilmuan (baca AR Wallace) serta berkaitan dengan program pemerintah nasional yang berkaitan dengan program jalur rempah menuju UNESCO. Menurutnya, antara Sail Tidore dan program Jalur Rempah nasional memiliki keterkaitan satu sama lain dan hal tersebut dapat dijadikan sebagai narasi agung untuk kelengkapan dokumen dan dosir pengusulan yang diperlukan bagi UNESCO nantinya. (kov)

Artikel ini bersumber dari : penamalut.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *