Tidak Ada di Tempat Lain, Ini Kuliner Khas Kota Ngapak Kebumen

Rabu, 14 September 2022 15:27
Reporter : Merdeka


Ilustrasi sate. ©Shutterstock

Merdeka.com – Kebumen, sebuah kabupaten di pesisir selatan Jawa Tengah yang menyimpan segudang keindahan yang tak kalah menarik dengan kota–kota lain di Indonesia. Berbicara tentang wisata kuliner, Kabupaten Kebumen menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi. Berbagai jajanan lezat dengan citarasa yang khas, membuat siapapun yang sudah pernah singgah, akan kembali terpanggil untuk berkunjung.

Kabupaten dengan julukan wisata kota Lawet ini, memiliki aneka ragam jajanan khas, mulai dari olahan kacang, daging ayam, hewan laut, dan masih banyak lagi. Selain dapat dinikmati di lokasi, jajanan khas Kebumen juga dapat dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga maupun kerabat di rumah.

Penasaran seperti apa? Berikut merdeka.com rangkum beberapa jajanan khas Kota Ngapak ini.

2 dari 6 halaman

Sate Ambal

Melegenda hingga pelosok negeri, sate dengan citarasa khas dan hanya ada di Kebumen ini, wajib untuk dicicipi karena keunikan rasanya yang berbeda dengan sate pada umumnya. Biasanya, sate akan dilengkapi dengan sambal bumbu kacang untuk menambah kelezatan saat dinikmati. Namun berbeda dengan Sate Ambal, sambal bumbu yang disuguhkan bukan berasal dari kacang tanah, melainkan dari tempe yang direbus kemudian dihaluskan.

Di sinilah keunikan Sate Ambal, mempunyai citarasa yang manis, pedas, dan gurih. Karena selain sambal yang berasal dari tempe, daging ayam yang akan dibakar dimarinasi terlebih dahulu dengan tiga belas jenis rempah–rempah yang dihaluskan.

Berbeda dengan sate pada umumnya yang bumbunya ada dioleskan saat proses pembakaran. Dinamakan sate ambal karena sate ini memang diproduksi oleh sebagian besar masyarakat desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen.

3 dari 6 halaman

Jipang Kacang

Kali ini terdapat Jipang Kacang, camilan yang juga merupakan jajanan khas Kebumen, dan banyak diproduksi tepatnya di Kelurahan panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Jipang Kacang telah diproduksi sejak nenek zaman nenek moyang. Cita rasa manis yang diciptakan dari perpaduan kacang tanah yang telah disangan menggunakan pasir laut, gula merah, dan minyak sayur, membuat lidah terasa bergoyang ketika memakannya.

Dahulu pengrajin jipang membungkus camilan ini menggunakan daun pisang, namun karena zaman yang semakin modern dan permintaan distribusi hingga keluar daerah, banyak pengrajin yang kini beralih, menggunakan plastik untuk membungkusnya.

Meski terdapat perubahan cara pengemasan, namun tidak mengubah citarasa jipang kacang khas Kebumen ini. Banyak wisatawan yang mengaku ketagihan mencoba jipang kacang ini dan kembali hanya untuk memborongnya dalam jumlah yang lebih.

4 dari 6 halaman

Mogana

Makanan khas Kebumen selanjutnya adalah Mogana. Mogana merupakan lauk pauk pelengkap nasi yang berbahan dasar nasi, kelapa parut atau orang Kebumen biasa menyebutnya serundeng, kemudian tempe, ikan asin, ayam kampung suwir, kikil, dan dipadukan dengan bumbu dapur komplet. Semua bahan ini dimasak dengan cara dikukus dengan dibungkus menggunakan daun pisang. Aroma daun pisang kukus yang alami menjadi ciri khas dari mogana.

Dahulu makanan ini tidak dinikmati setiap hari, hanya pada momen–momen tertentu sebagai simbol rasa syukur dan doa agar senantiasa diberi keselamatan saat musim panen, atau ketika ternak sapi melahirkan.

Jadi, bisa dikatakan hanya disajikan dua atau tiga kali dalam setahun. Namun, tak perlu khawatir karena kini wisatawan dapat menemukan mogana setiap saat di warung–warung tepi pantai Bopong, Kecamatan Puring, Kebumen.

5 dari 6 halaman

Golak

Jajanan khas kebumen satu ini berbahan dasar singkong yang diparut kemudian dikukus dan dibentuk mirip seperti angka delapan. Citarasa golak ini adalah asin dan gurih.

Pengemasan yang unik membuatnya makin menarik rasa penasaran para wisatawan untuk mencicipinya. Golak dikemas menggunakan bilahan bambu tipis, di mana proses penjualan dan pembuatannya masih sangat alami sehingga bebas dari zat–zat berbahaya. Makanan ini banyak ditemukan di pasar–pasar tradisional maupun pertunjukan tertentu seperti wayang, ketoprak, dan kuda lumping.

Mayoritas warga masyarakat pembuat Golak berada di Desa Gadungrejo, Kecamatan Klirong.

6 dari 6 halaman

Lanthing

Bentuk dan bahan baku yang mirip dengan golak, hanya saja ukurannya yang lebih mini dan teksturnya yang kering dan renyah. Ialah lanthing, makanan khas kebumen yang wajib dibeli untuk dijadikan oleh–oleh bagi kerabat dan saudara. Sensasi rasa gurih yang kini dilengkapi dengan berbagai varian rasa, menambah minat pecinta camilan untuk mencicipi jajanan satu ini.

Lanthing dapat ditemukan di semua toko di Kebumen, dan dapat dikonsumsi untuk jangka panjang, berbeda dengan golak yang hanya dapat dinikmati saat itu juga.

Reporter: Putri Oktafiani

[cob]


Artikel ini bersumber dari : www.merdeka.com.

Tinggalkan komentar