Tim Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Propinsi NTB Lakukan Penilaian di Posyandu Keluarga “Mawar Putih” Desa Jorok |

Sumbawa Besar, bidikankameranews.com –Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd., membuka secara resmi kegiatan Penilaian Lomba Posyandu Keluarga Tingkat Provinsi NTB Tahun 2022, yang bertempat di Posyandu Keluarga Mawar Putih, Desa Jorok, Kec. Unter Iwes, kamis (22/9/2022) kemarin.

selain dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviany S.Pd M.Pd, juga Kadis DPMPD dan Dukcapil Propinsi selaku Ketua Tim penilai bersama rombongan, Kadis DPMD, TP PKK Kabupaten Sumbawa, Camat Unter Iwes beserta jajaran, Dikes, BKBPP, PKM Unter Iwes, Kades Jorok beserta seluruh perangkat desa, Sahabat Kades Se-Kecamatan Unter Iwes.

kegiatan itu diawali dengan berbagai atraksi seperti Ngumang, tarian, Sakeco, sebagai bentuk penyambutan terhadap tamu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa Dewi Noviany S.Pd M.Pd menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan ini merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan derajat hidup masyarakat yang setinggi-tingginya. Keberadaan posyandu ini menjadi hal yang sangat penting yang harus ada di tengah masyarakat karena posyandu merupakan sarana pelayanan kesehatan dasar di tingkat paling bawah, yang sudah menjadi milik masyarakat serta menyatu dalam kehidupan dan budaya masyarakat, terang Wabup Novy.

dikatakan Wabup, Misi posyandu keluarga sejalan dengan kebijakan pemerintah yaitu program indonesia sehat melalui pendekatan keluarga (PIS-PK). PIS-PK menekankan betapa pentingnya pemberdayaan di tingkat keluarga, agar semua anggota keluarga mampu secara mandiri mendeteksi permasalahan kesehatan dan mampu mengatasinya dengan bantuan teknis dari petugas kesehatan dan unsur masyarakat lainnya. dengan dilaksanakannya Lomba Posyandu Keluarga Tingkat Provinsi NTB tahun ini hendaknya menjadi momentum bagi 742 Posyandu Keluarga di Kabupaten Sumbawa untuk terus berbenah. Posyandu Keluarga harus terus berupaya meningkatkan kinerja dengan memperluas sasaran, memadukan program, dan membenahi manajemen, serta melakukan pendekatan keluarga melalui kegiatan secara rutin setiap bulannya, dengan cakupan 5 program utama, yaitu KIA, KB, Imunisasi, Gizi Dan Diare, papar Wabup.

di tempat yang sama, Kepala Dinas PMPD DUKCAPIL Provinsi NTB, DR. H. Ashari, SH.,MH., sekaligus Penanggung Jawab Tim Penilaian Posyandu Keluarga Tingkat Provinsi NTB menyampaikan, bahwa bekerja haruslah didasari oleh hukum dan kewenangan agar nantinya tidak ada masalah yang timbul. Dari 1.005 desa yang ada di NTB, hanya ada beberapa desa saja yang terlibat masalah hukum. Kasus hukum ini dapat ditekan dengan adanya pembinaan di desa yang lebih konstruktif dan sifatnya administratif yang juga adanya keinginan untuk membangun desa, dikarenakan desa merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang ada di Indonesia dan juga dalam menggerakan ekonomi sehingga diharapkan UKM/IKM dan potensi yang ada di desa harus benar-benar diperhatikan.

“yang paling penting, semoga di seluruh posyandu yang ada di Kab. Sumbawa ini khususnya menggunakan alat kesehatan yang modern seperti alat pengukur tinggi badan, berat badan dan lainnya”, imbuhnya.

yang menjadi perhatian juga, sambung DR. H. Ashari, yakni melawan kemiskinan. ada 4 pilar yakni ekonomi, sosial, lingkungan, hukum dan tata kelola. selaku OPD yang diberi amanat oleh Gubernur NTB, pihaknya berkontribusi terhadap kebijakan dan regulasi tata kelola pemerintahan desa, termasuk regulasi terhadap posyandu dan penundaan usia perkawinan di NTB.

“pemerintah Propinsi NTB mengeluarkan anggaran yang fantastis untuk membangun potensi yang ada di desa seperri UKM dan industrialisasi sesuai visi misi Gubernur NTB”, tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Jorok Rusman Akang dalam laporannya menyampaikan, adanya kerjasama seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan stunting yang juga didukung oleh para pengusaha-pengusaha yang ada disekitar diantaranya memberi makanan tambahan seperti susu, roti dan telur pada saat kegiatan posyandu setiap bulannya.

“Desa Jorok ini merupakan desa ketahanan pangan, sekilas beberapa tahun lalu dimana negara kita tengah maraknya virus covid 19, namun Desa Jorok ini termasuk dalam zona hijau hingga saat ini. Hal ini dikarenakan oleh masyarakatnya yang selalu terbiasa hidup sehat dan bersih”, ungkap Kades Roman.

semboyan desa ini adalah Desa Jorok menuju bersih dan sehat.
dengan adanya inovasi inovasi yang dibangun di desa jorok,Posyandu Keluarga Mawar Putih diharapkan mampu mewujudkan keluarga bersih dan sehat. angka stunting di desa jorok 0 persen, harapnya.

dalam kegiatan itu, Tim Penilai menyerahkan bantuan sarana kesehatan untuk posyandu, serta penyerahan cindera mata dari Pemdes Jorok kepada Tim Penilai Lomba.

selanjutnya Tim Penilai Lomba bersama rombongan Melaksanakan penilaian pada berbagai item yang menjadi kriteria lomba di Posyandu Keluarga “Mawar Putih” desa Jorok. (jim)

Artikel ini bersumber dari : bidikankameranews.com.

Tinggalkan komentar