Tokoh Agama di NTT Dukung Polri Berantas Perjudian Langsung Maupun Online

Diposting pada

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Menindaklanjuti perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menidak tegas perjudian baik judi langsung maupun online, Polda NTT beserta jajaran mulai melakukan pengungkapan kasus judi langsung maupun judi online di wilayah NTT.

Menanggapi tindakan tegas dari pihak kepolisian untuk memberantas perjudian langsung maupun judi online, sejumlah tokoh agama di NTT angkat bicara.

Ketua Majelis Sinode Gmit, Pdt Dr. Mery Kolimon menyampaikan dukungan dan menghargai upaya yang dilakukan pihak kepolisian RI, khususnya NTT dalam menindak tegas kasus perjudian langsung maupun online di NTT.

“Kami menghargai dan mendukung upaya yang sedang dilakukan pihak Kepolisian RI, termasuk Polda NTT,” kata dia kepada Pos-Kupang.Com, Kamis 25 Agustus 2022.

Menurut Pdt. Mery, penangkapan bandar dan pemain judi online akan memberikan efek jera kepada yang bersangkutan sebab judi online memiliki efek merusak seperti kecanduan, mengganggu ekonomi keluarga, dan merusak kesehatan mental.

“Kami berharap Polri tidak hanya fokus pada pemain kecil di masyarakat, tetapi juga pada pemain besar atau para bandar besar,” ungkapnya

“Kami mengimbau kepada jemaat/masyarakat untuk tidak tergiur oleh judi online dalam bentuk apapun. Judi dapat meningkatkan stress dan berakibat pada depresi dan kekerasan dalam rumah tangga,” tambahnya

Baca juga: Kuliner Khas NTT: Ayam Kampung Timor Panggang Pakai Bumbu dan Oles Mentega Makan Deng Roti Bakar

Sementara, Ketua Majelis Agama Budhha Theravada Indonesia (Magabudhi) NTT, Indra Effendy menyampaikan sebagai masyarakat dan tokoh agama tetap mendukung apa yang sedang dilakukan oleh Polri, khusunya Polda NTT untuk memberantas segala bentuk perjudian.

Menurut dia, upaya saat ini yang dilakukan oleh pihak kepolisian sesuai dengan atauran atau undang-undang yang tidak mengijinkan perjudian.

Baca Juga :   Sate Kambing Unik dan Lezat Khas Muntilan Jawa Tengah di Jakarta Selatan

“Kami tetap dukung upaya pihak kepolisian ini, dan berharap apa yang dilakukan dapat menyadarakan masyarakat luas agar tidak terlibat langsung dalam praktek perjudian dalam bentuk apapun itu,” ungkapnya

Menurut dia, warga yang terjebak dalam praktek perjudian akan meresahkan diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat.

Ia menambahkan semua agama dalam ajarannya pasti melarang atau mengharamkan tindakan perjudian.

“Saya mengimbau agar tidak terbujuk atau termakan rayuan untuk mengikuti dan mengguluti aktivitas perjudian baik secara langsung maupun online,” tandasnya. (*)

Ketua Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon
Ketua Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon (ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM)


Artikel ini bersumber dari : kupang.tribunnews.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *