Trans Meudiwana Solusi Liburan di Aceh

Diposting pada

KBA.ONE, Banda Aceh — Ingin berwisata akhir pekan di Aceh? Jangan khawatir! Kini anda tidak perlu repot-repot lagi untuk memikirkan akses menuju lokasi destinasi wisata khususnya di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar karena sudah ada solusinya, yaitu bus Trans Meudiwana (Trans Wisata). “Meudiwana” berasal dari bahasa Aceh yang berarti “tamasya”.

Jika ingin menghabiskan waktu akhir pekan sambil berwisata di Kota Banda Aceh, anda bisa menaiki bus rute satu Masjid Raya Baiturrahman-Ulee Lheue dimulai pukul 08.00-18.22 WIB, mulai dari Museum Aceh-Rumoh Aceh-Makam Sultan Iskandar Muda-Taman Putroe Phang-Museum Tsunami-Kerkhof-PLTD Kapal Apung-Masjid Baiturrahim-Wisata Air Ulee Lheue-Blang Padang-Taman Bustanussalatin-Rex Peunayong.

Lalu, anda juga bisa liburan ke Pantai Lampuuk di Kabupaten Aceh Besar dengan menaiki bus Trans Wisata rute Masjid Raya Baiturrahman-Lampuuk dimulai pukul 09.00-18.57 WIB, berawal dari Museum Aceh-Gunongan-Masjid Kupiah-Rumoh Cut Nyak Dhien-Pasar Jajanan Lampisang-Gampong Nusa-Kerajinan Keudei Bieng-Pantai Lampuuk.

Namun sementara ini, Trans Meudiwana untuk dua rute ini akan melayani penumpang hanya di setiap hari Minggu (weekend).

Warga Banda Aceh berpose di dalam bus Trans Meudiwana. | Foto : Disbudpar Aceh

Hadirnya Trans Meudiwana di tengah-tengah masyarakat, menimbulkan respons positif dari berbagai kalangan, salah satunya diakui oleh Aldi Rani. Menurut warga Banda Aceh ini, fasilitas untuk mengunjungi destinasi wisata tersebut sangat memberikan dampak positif bagi wisatawan yang berkunjung khususnya ke wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ia mengatakan hadirnya Trans Meudiwana juga dapat membantu para wisatawan saat berlibur di Aceh, apalagi yang tidak membawa transportasi pribadi sehingga mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan menuju lokasi wisata. “Dengan adanya program ini saya rasa lumayan terbantu,” sambungnya.

“Alhamdulillah sangat membantu, transportasi bagi wisatawan makin mudah transportasinya, apalagi harga BBM saat ini sudah naik,” kata Aldi kepada KBA.ONE, Senin 12 September 2022.

Untuk menghilangkan rasa penasaran, Aldi mengaku ingin mencoba sensasi naik Trans Meudiwana mengunjungi destinasi wisata, terutama ke Pantai Lampuuk. “Mungkin minggu depan saya akan mencobanya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Farid Ramadhan. Menurut warga asal Padang ini fasilitas Trans Meudiwana ini pastinya sangat bermanfaat bagi wisatawan, meskipun ia sendiri belum mencobanya. “Tapi saya rencananya bakal nyobain nanti pas weekend,” katanya.

Farid Ramadhan berharap transportasi ini nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Apalagi fasilitas tersebut sangat membantu di tengah situasi naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Bus Trans Meudiwana saat launching pada Minggu 11 September 2022. | Foto : KBA.ONE, Tasya

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, menyebutkan transportasi umum itu diperuntukkan bagi seluruh masyarakat yang ingin piknik dan rekreasi ke destinasi di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Baca Juga :   Kuliner Tradisional Unggulan Bisa Belajar dari Negara Lain – Zonanusantara.com

“Kami berharap transportasi yang ada di dua wilayah ini dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai ajang berpiknik dengan keluarga,” kata Almuniza, kepada awak media, sebelum dilakukan pelepasan Trans Meudiwana, pada Minggu 11 September 2022.

Kata Almuniza, satu bus tersebut minimal bisa memuat 20 orang atau setara dengan empat hingga lima kelompok keluarga. Nantinya setiap bus akan menjemput penumpang per 15 menit.

Almuniza mengajak warga lokal agar dapat memanfaatkan dengan baik momen ini. Dengan begitu, tentunya nanti juga akan diikuti oleh wisatawan nusantara dan mancanegara.

“Saya berharap teman-teman media dapat memviralkan sebuah langkah baik dan bagus kolaborasi antara Dishub Aceh dengan Disbudpar Aceh, sehingga melahirkan legasi baru bagi kami dalam berkolaborasi dan berinovasi,” pintanya.

Dalam hal ini, pemandu wisata tentunya sudah ada di masing-masing destinasi wisata dimaksud. Namun pihaknya akan menghidupkan atraksi wisata di beberapa tempat. “Atraksi itu penting agar benar-benar masyarakat bisa senang memanfaatkan fasilitas umum ini,” tuturnya.

Menurutnya, provinsi ini memiliki sumber potensi yang maha dahsyat mulai dari pantai barat, timur, utara dan selatan. Dilihat, saat ini masih banyak yang harus dibenahi untuk subsektor kepariwisataan.

Almuniza melanjutkan Aceh memiliki potensi wisata alam, cagar budaya, dan kebudayaan tersendiri. Potensi itu harus digali dan dijaga secara bersama. “Saya mohon dukungan seluruh pihak bahwa sadar wisata itu penting,” tuturnya.

Peusijuk Trans Meudiwana, Minggu 11 September 2022. | Foto : Ist

Sadar dimaksud adalah apabila mengucapkan tagline “Peumulia Jamee Adat Geutanyoe” yang artinya “Memuliakan Tamu Adat Kebiasaan Kita”. Untuk itu, ada tiga A (hal) yang harus dikuatkan yaitu akses, amenitas, dan atraksi. “Hari ini kita membuka akses itu,” tambahnya.

Sambungnya, saat ini seluruh potensi wisata yang ada di Kota Banda Aceh dengan dukungan dari Dinas Perhubungan Aceh ini akan diakses dengan transportasi umum. “Saya berharap nantinya bukan hanya di Banda Aceh dan Aceh Besar, namun bisa kita kembangkan di kabupaten/kota lainnya,” katanya.

Bagian dari akses ini ialah tempat-tempat umum pada destinasi wisata yang harus benar-benar terjaga kebersihannya. Selanjutnya, amenitas adalah infrastruktur bagi kebutuhan kepariwisataan. Aceh memiliki perhotelan, restoran, kuliner, dan sebagainya.

Menurutnya, wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mengakui bahwa makanan di Aceh memiliki dua cita yaitu enak dan enak sekali. Di samping itu, Almuniza mengapresiasi petugas Trans Kutaraja, Dinas Perhubungan Aceh, dan seluruh pelaku pariwisata yang terlibat. Support itu bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk menciptakan paket-paket pariwisata yang sederhana tetapi menyentuh.

Baca Juga :   PPKM Bali Kembali Diperpanjang | BALIPOST.com

Sebelumnya, saat pergelaran rapat, kata dia, hasil dari pertemuan dengan Komisi III DPRA pihaknya akan mencoba untuk membangun kembali Kelompok Kerja (Pokja) Kepariwisataan. Dengan Pokja itu, diharapkan untuk hal-hal yang membutuhkan kolaborasi dan inovasi bersama akan lebih cepat dilaksanakan.

“Subsektor pariwisata ialah yang dipastikan akan cepat menurunkan angka kemiskinan karena merupakan subsektor padat karya dan kita harus ada itu,” tuturnya.

Kata dia, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, berharap agar kemiskinan di Aceh ini harus segera turun angkanya dan itu harus real. “Makanya event yang melibatkan UMKM juga terus digalakkan,” imbuh Almuniza.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menjelaskan Dishub Aceh melalui Trans Kutaraja memiliki sarana dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup baik. Namun pemanfaatannya dinilai masih belum optimal. “Sedangkan ini adalah anggaran rakyat yang tentu pemanfaatannya harus benar-benar baik dan optimal,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya ingin melakukan inovasi sehingga pemanfaatan sarana yang tersedia di Dishub Aceh bisa lebih optimal dan memberikan dampak atau multiplayer effect ke semua subsektor termasuk wisata, perdagangan, dan lainnya.

Foto bersama usai launching Trans Meudiwana, Minggu 11 September 2022. | Foto : Ist

Setelah berdiskusi, pihaknya mencoba mulai dengan transportasi yang bersifat mendukung bagi pariwisata di Banda Aceh dan Aceh Besar. Dengan begitu, lahirlah Trans Meudiwana ini dengan harapan dapat dimanfaatkan secara optimal agar pariwisatanya dapat berkembang lebih baik lagi.

Apalagi, kehadirannya pada situasi yang sangat ironi pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tingginya inflasi. Tentunya, kata dia, pihaknya harus mengalkulasi ulang terkait dengan operasional. “Karena, di transportasi itu BBM strukturnya berkisar antara 20-40 persen. Tentu sangat memengaruhi operasional dari Trans Kutaraja,” sebutnya.

Pihaknya berharap setelah launching Trans Meudiwana ini nantinya dapat berjalan dengan baik. “Kami dari Dishub Aceh dan Trans Kutaraja siap mendukung,” ucapnya.

Trans Meudiwana menyiapkan enam unit mobil Trans Kutaraja khusus untuk rute tujuan wisata. Total armada seluruhnya 52 orang. Di tahun ini, ada pengadaan tujuh orang lagi.

Pada kondisi sulit pasca naiknya BBM dan tingginya inflasi, ini merupakan salah satu solusi dan inovasi dari kolaborasi Dishub Aceh dan Disbudpar Aceh bagaimana agar masyarakat tetap bisa menjalankan aktivitas apalagi untuk berwisata. “Sehingga tidak terlalu berat beban yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Trans Meudiwana hanya ada pada waktu weekend. Namun pihaknya akan terus mengevaluasi jumlah trip dan penumpang. Apabila dilihat antusiasme wisatawan tinggi, maka akan ditambah armada dan harinya.*** (Adv)


Artikel ini bersumber dari : www.kba.one.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *