Ubud International Vegan Festival: Cita Rasa Nusantara untuk Dunia

GIANYAR, NusaBali.com – Ubud International Vegan Festival (UIVF) digelar untuk kali pertama dan jadi salah satu perhelatan vegan terbesar. Selain membawa pesan hidup sehat dan ramah lingkungan, UIVF jadi juga rumah masakan vegan Nusantara bagi dunia internasional.

UIVF merupakan acara pecinta makanan non-hewani paling kolosal yang pernah diadakan Vegan Society of Indonesia (VSI) bersama Indonesian Vegetarian Society (IVS) setelah sebelumnya hanya meramaikan Jakarta dan Kota Surabaya.

Dalam acara yang dihelat selama 23-25 September 2022 ini, terdapat 84 vendor yang berpartisipasi dan 75 persen dari partisipan tersebut merupakan pelaku usaha makanan vegan lokal yang menghadirkan menu masakan Nusantara yang dikemas ramah bagi veganisme.

Menu Nusantara dalam nuansa vegan ini dihadirkan mulai dari masakan Bali seperti nasi campur, masakan Minang atau biasa dikenal sebagai masakan Padang, jajanan pasar, dan menu-menu lain yang biasa dijual pedagang kaki lima atau ngetren disebut street food.

“Acara ini untuk mengedukasi masyarakat supaya bisa belajar cara makan yang sehat dan ramah lingkungan,” kata Ketua Panitia UIVF Soetriyono Sinatraputra ketika ditemui di sela-sela acara, Jumat (23/9/2022).

Menurut Sinatraputra, Ubud dipilih sebagai lokasi perhelatan pesta vegan internasional ini lantaran sudah diakui secara global sebagai salah satu pusat veganisme di Asia Tenggara dan dunia.

“Dan untuk The Mansion sendiri kan memang vegan-friendly hotelnya, jadi venue yang pas,” ujar pria berusia 31 tahun ini.

Sebagai perhelatan dari organisasi nirlaba, UIVF tidak memungut biaya booth kepada para vendor. Namun, hasil dari penjualan peserta festival akan dipotong sebanyak 20 persen guna menutupi biaya operasional dan kebutuhan lain yang mendukung berjalannya acara.

Di luar booth makanan dan minuman, UIVF juga menawarkan acara seperti demonstrasi memasak makanan Nusantara berbahan lokal dan tentunya dibuat untuk pelaku vegan.  Selain itu, terdapat pula talk show mengenai veganisme dan perlindungan terhadap satwa.

Acara talk show ini menjadi daya tarik lantaran menghadirkan pembicara dalam dan luar negeri. Terutamanya dari dalam negeri, Seto Mulyadi atau akrab dipanggil Kak Seto juga dihadirkan sebagai pembicara lantaran dikenal sebagai pelaku vegan dan juga Chair of World Vegan Organisation Indonesia.

Kemudian, di hari kedua, Sabtu (24/9/2022), vokalis band Slank, Kaka juga akan hadir sebagai pembicara mengenai perjalanannya menjadi seorang pelaku vegan.

“Vegan ini tidak ada hubungan dengan politik dan agama tetapi murni untuk kesehatan dan kelangsungan lingkungan,” pesan Sinatraputra tentang stigma veganisme.

Sinatraputra mengingatkan bahwa dengan mengurangi konsumsi daging maka emisi yang dihasilkan akibat produksi pangan daging dapat diminimalisir.

Dan melalui UIVF ini diharapkan masyarakat menjadi lebih paham mengenai veganisme dari sudut pandang ilmiah melalui talk show, testimoni pelaku vegan, dan merasakan sendiri lewat menu yang dihadirkan para vendor.

Sementara dari segi jumlah pengunjung UIVF menargetkan 500-750 orang setiap harinya dengan kunjungan pasti dari undangan sekolah, kampus, panti asuhan, dan sanggar seni. 

Untuk memasuki area festival, para pengunjung tidak dipungut biaya apa pun alias free entry.

Namun, jika ingin mencicipi makanan yang ditawarkan para vendor, pengunjung harus bertransaksi menggunakan voucher yang berisi dua nominal Rp 5.000 dan Rp 10.000 dan satu nominal Rp 20.000 dalam satu lembar voucher termasuk door prize seharga Rp 50.000.

Voucher yang dibeli sekali masih dapat digunakan secara penuh selama perhelatan UIVF berlangsung hingga 25 September 2022 ini. *rat


Artikel ini bersumber dari : www.nusabali.com.

Tinggalkan komentar