Wisata Baru di Pinggiran Kutaradja – Atjeh Watch

TANJAKANNYA sedikit terjal. Untuk menuju lokasi ini harus sedikit mendaki.

Perpohonan rindang terlihat sejauh mata memadang. Warna hijaunya membuat mata nyaman melihat. Mereka umpama permadani alam yang tersusun rapi. Suara kicauan burung seolah menambah  eksotis tempat ini.

Udara yang segar membuat tempat ini jadi salah satu wisata baru di pinggiran Kutaradja. Tempat ini jauh dari suara klakson mobil dan rikuk pikuk aktivitas kota.

Dari atas bukit, Kota Banda Aceh terlihat kecil. Deretan perkampungan terlihat jelas dari sini. Memanjang mengikuti pesisir pantai.

Kapal kapal seolah bergerak lambat dari kejauhan. Samudera biru membentang luar sejauh mata memandang.

Semua ini terekam di Bukit  Blang Bintang.  Lokasi ini memang berada di Blang Bintang. Sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Lokasi yang kami singgahi ini bernama Bukit Bintang. Tak jauh dari lokasi kebun kurma Barbate. Konon salah satu destinasi wisata yang menarik di lokasi ini adalah pesona malam bertabur bintang menjadi salah satu sajian menarik ketika malam hari tiba.

“Cocok bagi warga kota yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan jauh dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan,” ujar Mahyudin, salah seorang warga Aceh Besar kepada penulis, awal Agustus 2022 lalu.

Mahyuddin dan keluarga datang ke lokasi ini untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Salah satu alasannya karena dekat dengan Banda Aceh. Kawasan ini menyajikan pesona alam yang luar biasa dan juga pemandangan malam hari yang sangat indah,” kata dia.

Ya, lokasi ini menyediakan penginapan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam hari dengan langit penuh bintang.

Memasuki Kawasan Bukit Bintang, pengunjung diwajibkan memarkir kendaraan di lokasi yang disediakan pengelola.

Pengunjung dikenakan iuran parkir sebesar Rp5 ribu rupiah.

Selain pemandangan yang indah serta eksotis, tempat yang kami tuju juga menyediakan lokaasi kuliner serta wacana permainan baru untuk menguji nyali pengunjung.

Hal ini pula yang membuat lokasi ini menjadi primadona baru bagi keluarga di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Kuliner di sini lumayan murah. Cocok untuk keluarga yang berpenghasilan pas-pasan seperti kami,” ujar Samsul Bahri, pengunjung lainnya di sana.

Menu menu khas Aceh menjadi pilihan utama bagi pengunjung di sana dengan harga yang cukup terjangkau. Pondok-pondok kecil disediakan bagi pengunjung untuk menikmati suasana alam sambil memantau anak-anak yang bermain. Cocok bagi para pengunjung pria yang ingin melepas lelah tapi tetap bisa membawa anak-anak jalan-jalan sambil menikmati pemandangan dan wahana permainan di akhir pekan.

Saat kami kunjungi, Kawasan Bukit Bintang, sedikit lebih ramai dari biasanya. Soalnya akhir pekan. Ada wahana yang membuat pengunjung untuk kembali singgah di lokasi tadi. Salah satunya adalah kolam renang dan Seluncuran Bintang.

Hal ini pula yang membuat pesona di sana terasa jadi lokasi privasi keluarga.

“Biasanya ramai di akhir pekan seperti sekarang. Soalnya tempat ini bisa dikatakan Kawasan wisata yang lumayan lengkap. Pemandangan indah dan ada wahana permainan. Ini yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Jadi Bukit Bintang daya tariknya adalah pemandang alam dan wahana permainan,” kata Muhammad, salah seorang petugas di sana.

“Kita bisa bersantai sambil melepas lelah. Sedangkan anak-anak bisa bermain sepuasnya di sini. Kulinernya juga enak-enak,” ujar Ridwan, 45 tahun, pengunjung lainnya yang merupakan salah seorang ASN di salah satu Satuan Kerja Pemerintahan Aceh (SKPA) ini.

“Bagi seorang ayah. Akhir pekan adalah hari istirahat karena sudah bergelut dengan tugas kantor dari Senin hingga Jumat. Istirahatnya ya di hari Sabtu. Namun terkadang anak-anak minta diajak ke lokasi wisata. Maka solusinya adalah tempat ini.”

“Saya biasa menghabiskan akhir pekan di sini. Anak-anak bisa bebas bermain dan sayanya bisa menghirup udara pengunungan yang segar,” kata Ridwan.

Puas menikmati kuliner, kami kemudian mencoba satu persatu wahana permainan yang ada di sana. Pertama adalah kolam renang.

Untuk masuk ke kolam renang, setiap pengunjung dikenakan tiket sebesar Rp10 ribu perorang. Lokasi ini jadi tempat favorit bagi anak-anak.

Anak-anak bisa mandi sepuasnya di kolam tadi. Sedangkan para orangtua memantau aktivitas mereka dari atas pondok.

Puas bermain di kolam renang, wahana yang dicoba selanjutnya adalah Seluncuran Bintang. Seluncuran ini cukup menantang. Untuk mencoba wahana ini, pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp25 ribu perorang.

Seluncuran ini memiliki panjang hampir belasan meter dengan posisi menurun. Tapi jangan salah, meski cukup menantang, wahana ini aman bagi anak-anak. Petugas akan memberi helm dan pengaman lainnya bagi pengunjung yang ingin mencoba wahana ini.

Pengunjung juga dikaitkan dengan tali saat meluncur guna memastikan pengunjung dan anak-anak tak terlempar saat mencoba wahana tadi.

“Ah…..ah,…..ah.”

Teriakan itu terdengar saat beberapa pengunjung mencoba wahana seluncuran tadi. Namun teriakan tadi justru membuat para pengunjung lainnya tersenyum. Ada yang tertawa dan juga geleng-geleng kepala. Termasuk penulis.

Rasa penasaran membuat penulis mencoba wahana tersebut. Usai memakai pengaman yang disediakan petugas, penulis pun menuju ke lokasi lintasan.

Jantung berdetak kencang saat posisi tubuh mulai meluncur di lintasan tadi.

“Ah,….ah,….ah, ahhh…”

Entah berapa kali teriakan terpekik keluar dalam beberapa detik saat meluncur di lintasan yang tersedia. Namun rasa takut berubah menjadi senyuman saat finis di akhir lintasan. Wahana ini memang menarik untuk dicoba beberapa kali.

“Biasanya yang mencoba wahana ini adalah anak-anak hingga remaja. Bapak-bapak amat Sangat jarang. Takut,” ujar Muhammad.

“Bapak-bapak lebih memilih istirahat di pondok. Kita sarankan yang mencoba wahana ini memiliki jantung yang sehat,” katanya lagi.

Puas mencoba berbagai wahana, penulis dan keluarga kembali ke pondok untuk menikmati kuliner yang dipesan di sana. Ada air kelapa muda dan mie Aceh.

Mencicipi kuliner lezat dengan sajian air kelapa muda sehabis mencoba sejumlah wahana menarik di sana terasa jauh lebih nikmat dari biasanya. Apalagi dibarengi dengan pemandangan yang indah dari atas Bukit Bintang.

Saat hari mulai sore, penulis pamit dari lokasi Bukit Bintang. Penulis sebenarnya ingin mencoba merasakan angin malam dengan menginap di sana. Apalagi konon katanya, pemandangan di malam hari dengan langit penuh bintang, menjadi destinasi wisata menarik yang perlu dilihat.

Penginapan di Bukit Bintang cocok bagi pasangan muda yang baru menikah.

Namun bagi penulis dan keluarga, tugas dan agenda kerja yang menumpuk membuat agenda menginap di Bukit Bintang tadi tertunda untuk dilihat. Tapi yang menjadi catatan penting, Kawasan Barbate dengan Bukit Bintang, memiliki kesan mendalam bagi penulis.

Mengubah hutan lebat menjadi destinasi wisata baru di pesisir kota Banda Aceh merupakan tugas yang berat. Namun hal ini ternyata berhasil dilakukan para penggagasnya. Konon lagi disajikan berbagai wahana permainan di sana.

Para pengelola juga menjaga tempat tersebut dengan baik dan sikap yang ramah. Menarik untuk kembali dikunjungi.

Tulisan ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dengan media atjehwatch.com.

Artikel ini bersumber dari : atjehwatch.com.

Tinggalkan komentar