7 Wisata Malam di Bandung yang Menakutkan

Diposting pada

travelling.web.id – Jika kamu sedang lewat di Kota Bandung, tempat Wisata apa sich yang paling kamu sukai buat kamu datangi? Banyak tempat Wisata di Bandung yang dapat kamu cicipi. Mulai dari curug elok yang benar-benar beri kesegaran, makanan dan pusat belanja yang buat kenyang, sampai taman-taman dan museum yang mengasyikan, ada semua.

Tetapi, pernah tidak sich kamu pikirkan buat Wisata malam di kota yang ditukangi Kang Emil-panggilan dekat Ridwan Kamil, Walikota Bandung-ini?

Wisata Malam di Bandung yang Menakutkan

Wisata Malam di Bandung yang Menakutkan
Wisata Malam di Bandung yang Menakutkan

Ini kali Travelling ingin mengajak kamu bikin Wisata malam hari di kota Bandung. Terutamanya Wisata ke gedung dan bangunan yang tentu saja buat kamu tertarik untuk mengetes berapa besar nyalimu itu. Ihhh horor! Berani tidak?

1. Gedung Sate

Siapa sich yang mengetahui Gedung Sate di Bandung? Gedung yang paling menonjol mata ini pastilah kerap kamu lalui setiap kali ke Bandung. Gedung ini jadi bukti riwayat warisan Belanda. Dengan susunan bangunan kuno yang menawan, rupanya gedung ini tidak selama-lamanya nyaman loh untuk kamu datangi pada malam hari! Ya, jika kamu tertarik sich, tidak jadi masalah. Nach, berikut peristiwa yang sering dirasakan oleh mereka yang sempat lewat dan bertandang di wilayah sini.

Gedung Sate ini rupanya tidak dijaga oleh manusia saja. Walau telah ada dua-tiga penjaga malam di pos menjaga, rupanya mereka punyai rekan yang turut jaga dari alam yang lain. Ialah kakek berkepala botak dengan jenggot putih menjuntai ke dada, yang ikut jaga bangunan tua ini. Penjaga malam Gedung Sate ini pernah akui jika kehadiran kakek ini bukanlah bualan semata. Pada masa 2000-an, Kakek ini mengagetkan beberapa penjaga di pos menjaga dengan mengetok-ketuk kaca pos.

Penjaga yang sedang waspada, spontan kaget dengan tingkah sang Kakek ini. Dia segera keluar untuk mengecek kondisi, sekedar ingin tawarkan bantuan. Bukannya dapat bicara dengan sang Kakek itu, penjaga itu cuma menjumpai derik suara jangkrik dan embusan angin yang menakutkan. Pernyataan selanjutnya tiba dari ruangan sub-humas. Kakek misteri itu sering bertandang ke ruangan sub-humas, kemungkinan beliau cuma ingin ‘say hello‘? Atau sekadar ajakan minum bersama.

Masih ada di luar gedung, beberapa penjaga yang lain pernah menjelaskan kesaksiannya atas makhluk tidak nyata yang kerap mondar-mandir di halaman muka gedung. Di muka gedung ini, ada sebuah tugu yang dibuat dari sebuah batu dengan tulisan semacam ini:

“Dalam menjaga Gedung Sate pada gempuran pasukan Gurkha tanggal 3 Desember 1945, tujuh pemuda luruh dan dipendam oleh faksi lawan di halam ini. Bulan Agustus 1952 diketemukan mayat Suhodo, Didi, dan Muchtarudin, yang disemayamkan kembali di Taman Pusara Pahlawan Cikutra. Mayat Rana, Subengat, Surjono, dan Susilo masih tetap ada di sini.”

Konon, figur yang mereka saksikan ialah beberapa pemuda dengan setel kuno yang menyukai jalan-jalan di halaman muka gedung ini saat malam serang. Eng ing eng…

Berpindah ke halaman belakang gedung saat malam sudah terlarut, kamu cuma akan menyaksikan kabut pekat yang entahlah darimanakah aslinya. Seakan ada yang membakar sampah di halaman belakang gedung ini. Tetapi tidak boleh salah, lihat baik! Dahulu, saat sedikit lampu jalanan saat ini, malam ada di belakang Gedung Sate hanya kegelapan dan dingin angin malam yang menyerang tulang.

Dari pekatnya kabut itu, samar-samar kamu akan menyaksikan sekompi tentara atau pasukan yang tidak pernah kamu jumpai awalnya. Entahlah itu tentara Belanda atau Jepang, entahlah. Masih menurut penjaga gedung, pasukan itu seolah tengah latihan baris-berbaris.

Dan nyata, tentu saja. Jika kamu ingin memberikan bukti, sebaiknya kamu selekasnya berkunjung gedung yang berada di Jalan Diponegoro Nomor 22, Bandung ini.

Baca Juga :   Bupati Eka Putra Bersama Gubernur DKI Jakarta Lakukan Penandatangan Kerja Sama

2. Museum Pos

Berada tidak jauh dari Gedung Sate, Museum Pos Indonesia di Bandung ini jadi saksi riwayat yang riil. Berdiri semenjak tahun 1933 bernama asli Museum Pos Telegrap dan Telephone ini dibuat pada periode Hindia Belanda dengan arsitektur Itali kuno. Museum Pos ini mengumpulkan beberapa benda monumental dalam perposan di Indonesia dari periode Hindia Belanda, penjajahan Jepang, periode kemerdekaan, sampai jaman kekinian ini dalam beragam rupa dokumentasi riwayat.

Tanpa mengganti daya fungsinya, museum ini jadi Wisata pembelajaran untuk siapa saja yang akan belajar riwayat per-posan di Indonesia. Tetapi, dilihat dari segi yang berbeda, rupanya bangunan tua ini mempunyai Wisata malam yang pantas kamu coba! Ingin memicu adrenalinmu?

Mempunyai kemiripan umur dan letak geografis yang nyaris bersisihan, membuat Museum Pos jadi gedung yang tidak perlu disangsikan kembali ‘keangkerannya’. Berarsitektur Itali kuno dengan susunan bangunan yang kuat dan interior yang tidak biasa, jadikan gedung ini terlihat menakutkan. Ya, namanya bangunan tua, ya, ‘kan?

Coba kamu mengambil langkah ke ruangan bawah tanah. Jika kamu untung, kemungkinan penjaga siap mempersilakan kamu untuk memasukinya. Di situ, ada sebuah ruangan bawah tanah yang berisi patung atau manekin manusia.

Saat kamu melontarkan langkah awal ke anak tangga paling atas, kamu bisa menyaksikan kepala-kepala manekin yang memandang lempeng. Di bawah remang-remang sinar dari lantai atas, telusuri anak-anak tangga, seakan kamu jalan dengan tertatih.

Cara selanjutnya, kamu dapat rasakan tatapan tajam dari mata-mata manekin yang berkesan seperti panggil, meneriaki, dan memaksakanmu untuk enyah dari ruangan bawah tanah itu. Bukan mustahil kamu akan ternganga dan cuma dapat bergerak saat mengetahui kehadiran mereka.

Menurut kesaksian beberapa penjaga museum, mereka menceritakan jika manekin itu memang hidup saat malam hari. Kemungkinan ini ibarat bualan, tetapi sebaiknya kamu harus mencoba sendiri.

Ya kemungkinan patung-patung manekin itu akan panggilmu dalam bisik perlahan-lahan, “Kemarilah, kemarilah!”

3. Gereja dan rumah tua di Pasteur

“Patung itu sebetulnya digunakan buat tendon air, dalam kepalanya ada tempat untuk memuat air,” kata Afnizar, ketua RT di daerah itu, seperti dikutip dari VideoCanival.

Konon, rumah ini punya Bapak Frans, seorang Batak yang mempunyai jiwa seni yang tinggi. Disarikan dari beragam sumber, patung gurita yang ‘menempel’ di atap tempat tinggalnya itu kreasi anak-anak ITB dahulunya. kartu-kartu domino yang menempel pada dinding rumah sisi depan. Sekarang rumah itu cuma dijaga oleh ibu-ibu separuh baya seorang diri. Sementara Pak Frans seringkali ke Jakarta, berkunjung ke tempat tinggalnya yang banyak juga ada patung-patung unik.

Ada peristiwa ‘unik’ beberapa tahun kemarin, saat seorang bertandang ke rumah ini dan menjumpai Pak Afnizar. Buat apa? Alibinya sich hanya ingin melaksanakan ibadah di gereja itu. Heeh. Seperti tidak ada gereja lain saja, ya. Disamping itu, ada yang menjelaskan jika tidak jarang-jarang dengar denting bel dari di rumah itu saat larut malam. Tetapi, saat kamu berusaha untuk menyaksikan ke situ, siapakah yang memukul genta, kamu cuma akan menjumpai angin malam yang menyerang. Tidak ada siapa saja.

4. Bandung Medical Center

Pada gedung ini tercatat sebuah larangan untuk masuk bangunan tua ini, persisnya di lantai dasar pada ruangan bersalin dan operasi. Bukan lantaran argumen kamu tidak membawa BPJS, tetapi di ruang itu seringkali terjadi kesurupan. Karena itu, sang penjaga larang siapa saja buat masuk. Tetapi saat ini telah ada peraturan, kamu harus bayar lima ribu rupiah untuk menelusuri rumah sakit ini.

Bangunan yang berada di jalan H. Wasid Bandung ini seakan lambaikan tangannya untuk beberapa orang supaya mendatanginya. Hal yang membuat rumkit ini terlihat seram ialah relief yang melekat pada dinding bangunannya. Warna cat yang telah luntur dan tidak terawat, membuat relief-relief manusia yang berfoto 1/2 tubuh itu kelihatan menakutkan.

Baca Juga :   Festival Panen Kopi Gayo 2022 Aceh Tengah, Pencinta Kopi Wajib Datang

Kabarnya, BMC yang telah ditutup semenjak tahun 1997 ini ditempati oleh arwah-arwah pasien yang tidak terselamatkan nyawanya. Masyarakat di tempat akui kerap dengar suara tangis bayi dan figur wanita di larut malam yang dapat memicu adrenalin. Kamu berani? Kemungkinan kamu akan turut menangis jika dengar tangis bayi. Jika di rumah sakit ini, tidak tahu dech, kamu akan menangis haru atau menangis karena ketakutan karena pekik tangis seorang bayi.

5. Gua Belanda

Taman Rimba Raya Ir. H. Djuanda ialah tempat Wisata alam dan riwayat yang dapat kamu datangi di wilayah Dago Atas, Bandung. Ada beberapa spot yang dapat kamu kunjungin di sini, tetapi yang tempat horror, Hipwee akan bahas Gua Belanda dan Gua Jepang.

Kabarnya, Gua Belanda ini dahulu dipakai tentara Belanda untuk simpan persenjataan dan sebagai pusat komunikasi. Awalnya, mereka memakai gua yang memotong bukit ini sebagai aliran air untuk pembangkit listrik tenaga air pertama di Indonesia. Pada perubahannya, mereka membuat terowong-terowongan tambahan sebagai tempat investigasi dan penjara.

Nach, tidak sedikit loh, pribumi yang meninggal dalam gua Belanda ini. Kabarnya, arwah-arwah di gua ini masih menuntut keadilan dan sakit hati. Engg… Karena itu, saat ini gua ini cukup bau mistik. Ya, jika kamu tidak yakin, main saja kesini. Berani? Jika masih tidak cukup greget, coba ke Gua Jepang!

Sesudah Belanda berserah dari Indonesia, gantian Jepang mengakuisisi dan menambahkan jumlah terowong di gua ini. Dalam pembangunan gua ini, Jepang memakai tenaga kerja paksakan dari warga di tempat. Tahu, ‘kan, bagaimana kejamnya tentara Jepang dahulu dalam romusha? Ya, tidak sedikit karyawan yang wafat dalam gua itu.

Kondisi gua yang gelap dan sesak akan menambahkan situasi senyap saat kamu bertandang ke gua ini. Tenang, penjaga di sini akan kasih kamu senter kok, tetapi bayar Rp3.000 per senter. Saat sebelum tempat ini jadi taman Wisata dan tidak terawat, kamu akan mendapati beberapa keganjilan dalam perut gua, bahkan juga baru di bibir gua juga kamu dapat ditegaskan akan bergidik. Dingin, sesak, dan berbau bacin. Noni Belanda siap temani perjalananmu telusuri gua ini loh. Bergaun merah muda dengan konde seperti sinden, figur wanita Belanda ini akan memperhatikan tiap gerak-gerikmu. Berani main kesini?

6. Gedung Merdeka

Gedung Merdeka ialah saksi riwayat Pertemuan Asia Afrika yang menjadi legenda. Walau menjadi museum KAA, gedung ini malah jadi daya tarik Wisata yang kece di Bandung. Disarankan untuk tidak boleh berpose di museum ini karena seringkali banyak kemunculan figur makhluk misteri ketangkap camera. Tidak mau kan gallery HP kamu mendadak ada photo menakutkan? Hiii tidak mau dech.

Mistis mengenai lorong bawah tanah di gedung ini pantas diamati. Menurut narasi penjaga museum, umum terjadi peristiwa ganjil di lorong yang telah ditutup ini. Terkadang ada suara gebrakan keras di pintu lorong bawah tanah ini. Karena ingin tahu, sang penjaga buka pintunya dan rupanya tidak ada sosok apa saja yang kelihatan dari dalam lorong. Takut kan?

7. Rasakanlah nuansa mistik yang sanggup mengguncang jiwamu di salah satunya pojok kota. Rumah bekas kamu pasti jadi tujuan paling mengerikan di Kota Bandung!

Bangunan paling menyeramkan yang berada di Bandung ialah rumah bekas. Bekas pacar kamu yang tinggal di Bandung. Setiap kamu lewat disekitaran tempat tinggalnya, dapat ditegaskan kamu akan menyaksikan beberapa hal mistik yang tidak kamu harapkan. Tidak boleh harap kamu dapat menyaksikan bidadari di sini. Kamu cuma akan digentayangi perasaan bersalah dan dihantui masa lalu masa lampau mengenainya.

Abang tidak kuat, Dek!

Nah, tersebut bangunan dan gedung menakutkan yang berada di Kota Bandung. Ada banyak sich yang menyeramkan dengan semua peristiwa yang sempat ada. Belajar riwayat sekalian belajar pahami kehadiran roh.

Yang mana lebih horor menurutmu, Gaes? Jika saya sich paling horor ya rumah bekas. Apa lagi ke sananya sekalian bawa undangan nikahnya.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *