Yuk Kenal “Hidden Gem” Sentra Produksi Pempek di Palembang

Diposting pada

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detiksumsel.com – Pempek memang kuliner khas Palembang. Tapi, kalau mencari pempek palembang, tidak akan bersua di kota pempek ini. Sama seperti mencari rumah makan padang di kota Padang, Sumatera Barat.

Berbagai sentra penjualan pempek terdapat di kawasan ilir dan ulu Palembang. Baik itu yang harganya lumayan tinggi, di atas Rp 5.000 an maupun dibawah Rp 1.000.

Di kawasan Seberang Ilir, salah satu sentra pempek terdapat di 26 Ilir. Tak jauh dari Kantor Wali Kota Palembang.  Di tempat ini, banyak sekali ditemukan produsen pempek yang berjejer dengan label nama yang berbeda-beda.

Nah, di kawasan Seberang Ulu, ada salah satu sentra produksi pempek tertua di Kota Palembang. Tempat itu bernama Kampung Pempek Tanggo Rajo Cindo (PTRC). Kampung ini berada di kawasan Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1,  Kota Palembang.

Di sini, tidak sekedar menikmati kuliner khas wong kito ini. Tapi dapat sekaligus melihat proses pembuatan pempek. Pempek goreng masih panas, dengan ngirup cukonya, tentu memberi sensasi tersendiri. Masih ditambah lagi pemandangan kehidupan masyarakat Palembang yang alami.   Artinya, lidah terpuaskan oleh enaknya pempek dan cuko. Mata dan hati bisa terpuaskan oleh suasana alami dan nyamannya lingkungan.

Di kampung ini, kita bisa merasakan pempek sekaligus ‘menikmati’  proses pembuatannya. Karenanya wajar,  tempat ini menjadi destinasi yang belum banyak diketahui  wisatawan. Istilah lainnya, hidden gem.

Lorong Sempit

Akses menuju lokasi Kampung Pempek Tanggo Rajo Cindo hanya dapat dilalui sepeda motor atau berjalan kaki. Untuk masuk ke kampung yang pada tahun 2020 lalu meraih predikat Juara 1 Kampung Kreatif ini, harus melewati Lorong Tanggo Rajo yang lebar jalannya sekitar dua meter.

Baca Juga :   Sejarah Ayam Betutu, Kuliner Khas Bali yang Selalu Jadi Incaran Wisatawan

Selain lewat darat, akses menuju kampung ini juga dapat ditempuh melalui Sungai Musi. Menumpang perahu ketek atau speedboat dari Benteng Kuto Besak (BKB), tentu bisa memberi sensasi plus tersendiri.

Saat memasuki Lorong Tanggo Rajo, kita disuguhi  pemandangan rumah panggung yang beratapkan limas. Ini ciri khas rumah asli warga Palembang. Setelah memasuki lorong sejauh 300 meter, terlihat lah gerbang yang bertuliskan “Kampung Pempek Tanggo Rajo Cindo”.

Di dalam kawasan tersebut, terlihat ada delapan usaha rumahan pempek dengan berbagai merek. Mulai dari Pempek Yamai, Pempek Salamah, dan beberapa nama lainnya.

Salah satu usaha rumahan yang ditemui Detiksumsel.com adalah Pempek Yamai. Pemiliknya, Bu Yamai, terlihat sedang membuat pempek di bawah rumah ditemani tiga  orang karyawannya.

Sambil mengolah adonan pempek di tangannya, Bu Yamai mengatakan jika dalam sehari bisa memproduksi sebanyak 1.000 pempek. Terutama jika ada orderan khusus dari pelanggan.

“Kalau standarnya, saya buat 700 pempek. Tapi, kadang-kadang ada yang pesan ke saya hingga 1.000 pempek,” katanya.

Pempek yang dijual Bu Yamai relatif cukup murah. Satu biji pempek dihargainya 1.000 rupiah. Jika ada pembeli yang memesan banyak, Bu Yamai menjual dengan dengan harga 800 rupiah. Dia mengatakan, pempek yang dijualnya sudah sampai ke Pulau Kalimantan.

“Iya, waktu itu ada orang dari Pulau Kalimantan mau coba buka usaha pempek di sana. Rupanya laku. Sampai sekarang, dia masih selalu pesan ke saya,” ujarnya.

Bu Yamai bercerita, pempek buatannya selalu habis terjual karena dia sudah memiliki pelanggan tetap. Lokasi usaha pempeknya memang  susah dijangkau pembeli. Namun, itu bukanlah penghalang.

Bukan hanya wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang bisa dan boleh menikmati pempek yang ada Kampung Pempek Tanggo Rajo Cindo. Tapi, wisatawan lokal pun tentu tak salah. (achmad fadli)

Baca Juga :   Chef Ukraina Gelar 'Diplomasi Kuliner' di Jakarta

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL


Post Views:
8


Artikel ini bersumber dari : detiksumsel.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari Travelling.Web.id di Google News

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *